PELATIHAN HIDROPONIK

Problem alih fungsi lahan memang begitu marak dibahas saat ini. Dimana lahan-lahan pertanian sudah hampir tergusur dan terpenuhi oleh industri-industri. Untuk itu pada program kali ini BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
mengangkat tema "PELATIHAN HIDROPONIK" sebagai solusi dan pembelajaran tentang keanekaragaman teknik bercocok tanam menghadapi perkembangan jaman.
Yang akan diselenggarakan pada:

Hari/ Tanggal  : Sabtu , 29 November 2014
Pukul             : 08.00 - selesai
Tempat           : Gedung Fakultas Pertanian, UMSIDA Kampus 2

JOIN WITH US...FAPERTA UMSIDA...!!

KONSULTASI : Tepung Terigu



Assalamu’alaikum Wr Wb,
Redaksi Yth,
Saya suka sekali mencoba resep-resep masakan termasuk membuat kue-kue.  Dalam resep-resep pembuatan kue, seringkali saya menemukan  pemakaian tepung terigu dengan istilah protein tinggi, sedang, atau rendah.  Apa yang dimaksud dengan  jenis- jenis tersebut, apa ada persyaratan pemakaian jenis-jenis tersebut untuk masing-masing produk makanan, dan bagaimana cara mencari masing-masing tepung tersebut di pasaran? Apakah bisa tepung terigu diganti dengan tepung lain?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                      Ibu Riana,  Sidoarjo


Wa ‘alaikumsalam Wr. Wb.,
        Ibu Riana,  pertanyaan seperti ini memang acapkali muncul , pertanyaannya banyak, tapi akan kami jawab satu persatu.
-       Pemakaian tepung terigu pada pembuatan produk makanan tidak bisa sepenuhnya digantikan  oleh tepung lain, justru karena kandungan protein khusus yang dimilikinya yang hampir tidak terdapat pada tepung lain.  Pembuatan produk makanan dari tepung campuran antara tepung terigu dengan tepung lain misalnya tepung ketela rambat sudah banyak kita jumpai antara lain pada bakpao telo atau roti sweet potato .
-       Protein tepung gandum terdiri dari albumin, globulin, gliadin, dan glutenin. Dengan adanya air, gliadin dan glutenin membentuk senyawa koloid yang disebut gluten, yang merupakan komponen berbentuk kerangka.  Gluten memberikan sifat elastisitas, kekuatan dan stabilitas adonan serta volume produk makanan yang dibuat.
-       Gandum keras (hard wheat), cocok untuk pembuatan roti, karena mengandung protein yang bermutu tinggi, sehingga dapat dibuat adonan yang elastis dan memiliki daya kembang yang baik.  Sedangkan untuk pembuatan biskuit, cake, cracker digunakan jenis tepung dari gandum lunak (soft wheat).
-       Di pasaran, mungkin yang sering kita jumpai adalah tepung terigu hasil olahan PT Bogasari , yang terdiri dari tiga jenis  dan masing-masing mempunyai karakteristik khusus sesuai penggunaannya sebagai berikut :
1.    Cap Kereta Kencana (Cakra Kembar)
-  Kandungan protein tinggi  (11 – 13 %)
            -  Untuk dibuat roti bervolume tinggi
      2.  Cap Gunung Bromo (Segitiga Biru)
            -   Kandungan protein sedang (9 –11 %)
-  Untuk roti bervolume sedang dan empuk, biscuit, segala macam kue dan                
                serbaguna.
  1. Cap Roda Biru (Kunci Biru)
-  Kandungan protein rendah (6 – 9 %)
-  Untuk cake dan biscuit  
Demikian jawaban kami, semoga puas.


Pengasuh : Ida Agustini S.

CAPPUCCINO, HHMMMM NIKMAT



Cappuccino sering kita dengar, bahkan barangkali di antara kita sudah sering kali menikmati kelezatannya. Dalam acara coffee party misalnnya, beberapa saran penyajian kopi  ada bermacam-macam seperti kopi susu, kopi hitam, kopi mocca, nah salah satunya adalah kopi cappuccino.

Apa itu cappuccino ?
Gambaran sederhananya , kopi cappuccino terdiri dari seduhan kopi, gula putih, susu cokelat, dan taburan serbuk coklat sehingga perpaduan antara rasa kopi dan cokelatnya fifty-fifty. Nah gambaran lengkapnya adalah minuman yang disajikan  dari espresso, susu panas dan busa susu panas.  Espresso (bahasa Itaia) sendiri adalah kopi yang dikonsentrasikan (sangat pekat) yang dibuat dengan menyemburkan air yang sangat panas, tetapi tidak mendidih ke kopi di bawah tekanan tinggi. Pembuatan minuman (brewing)  kopi seperti ini dikembangkan di Milan dan sekarang sudah biasa dibuat dengan mesin atau cukup dengan coffee maker.
Cappucino biasanya disajikan dengan  cangkir porselin yang memiliki sifat menahan panas lebih kuat dibanding gelas atau kertas. Busa di atas cappucino bertindak sebagai  insulator, sehingga cairan di bawahnya dapat tetap hangat. Busa susu biasanya dibuat setebal kira-kira 2 cm di atas espresso.
Variasi campuran Cappuccino  ada yang disebut cappuccino chiaro atau light cappuccino yang susunya lebih banyak dari normal dan cappuccino scuro atau dark cappuccino atau dry cappuccino bila susunya di bawah normal.. Versi dinginnya cappuccino disebut Cappuccino Freddo, bila di atasnya diisi kocokan susu dingin.
Dari Italia dan menjadi populer  !!!
Minuman ini dikenal pada awal 1900an di Italia, dan semakin populer dengan semakin  banyaknya  mesin espresso di cafe-cafe pada akhir Perang Dunia II.  Sajian cappuccino dalam bentuknya seperti saat ini sudah berkembang mulai tahun 1950an.
Di Italia, cappuccino biasanya disajikan pagi hari sebagai bagian dari makan pagi dengan croissant (sejenis pastry). Biasanya orang-orang Italia tidak minum cappuccino dengan makanan selain makanan pagi.  Di banyak negara, cappuccino sering disajikan sepanjang hari. Di Amerika Utara,  cappuccino disajikan setelah makan malam, bahkan hal itu dilakukan di restoran Italia sekalipun.
Hhmmm, kapan saja,  dimana saja, minumnya CAPPUCCINO

Penulis : Ida Agustini S

HUJAN ASAM Merusak Kehidupan, tetapi Memperlambat Pemanasan Global



Apa itu hujan asam ?
Air hujan biasanya sedikit bersifat asam, dengan pH sekitar 5,7.  Hal ini terjadi karena air hujan tersebut melarutkan gas karbon dioksida yang terdapat dalam udara, membentuk asam karbonat. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Air hujan dengan pH yang lebih rendah dari 5,7 disebut hujan asam.  Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida.  Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Secara alami, hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut.  Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pupuk (terutama amonia).
Hujan asam biasanya turun di kota-kota industri atau daerah sekitarnya.  Akan tetapi, mungkin saja terjadi di daerah yang berada beberapa kilometer dari daerah industri karena polutan tertiup angin.
Merusak kehidupan.
Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi ikan di danau-danau.  Ikan tidak mampu hidup pada pH di bawah 4,5. Asam dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan trout untuk keluar dari telurnya.  Asam juga mengikat logam beracun seperti aluminium di danau dan aluminium menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga sulit bernafas.
Tanaman pun dipengaruhi oleh hujan asam.  Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang dan pertahanan terhadap dingin, jamur dan serangga lenyap. Akibat munculnya aluminium, mineral-mineral penting menjadi tak tersedia dan akibatnya pertumbuhan tanaman terganggu.
Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman besar bagi manusia.  Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar aluminium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.
Betulkah bisa memperlambat pemanasan global??
Studi terbaru Richard Betts, justru menyatakan bahwa hujan asam juga memberi keuntungan  berupa meminimalisasi pemanasan global.  Richard Betts, pakar iklim dari Hadley Centre for Climate Prediction and Research, Inggris menemukan bahwa kandungan sulfur dalam hujan asam bisa memperlambat proses pemanasan global akibat produksi gas methan oleh mikroba di lahan basah. Pemanasan global sendiri akan meningkat dengan adanya produksi gas methan.  Bakteri pemakan yang dihasilkan sulfur justru mengurangi emisi methan oleh mikroba.  Hasil eksperimen Betts cukup mengejutkan karena deposit asam sulfur dapat mengurangi produksi gas methan hingga 30 persen.
Polusi sulfur diperkirakan telah mengurangi emisi methan di lahan basah hingga 175 – 160 juta ton per tahun pada 2004.  Tahun 2030 berarti gas methan bisa menyusut sampai 155 juta ton per tahun dengan bantuan bakteri penghasil sulfur.
Benarkah???  Kita tunggu saja!!! 


Penulis : Ida Agustini S.

KONSULTASI PANGAN : Mentega dan Margarin



Assalamu’alaikum Wr Wb,
Redaksi Yth,
Ketika  menjelang Lebaran kemarin,  saya dan teman-teman mencoba membuat kue-kue kering dengan resep-resep dari majalah.  Dalam resep-resep tersebut,   kami menemukan istilah- istilah margarine; mentega; atau roomboter.  Sebagai pemula, kami bingung juga, karena selama ini kami menganggap margarine sama saja dengan mentega.  Mohon penjelasan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                                           Ranti dkk.,  Sidoarjo
                                                                                   

Wa ‘alaikumsalam Wr. Wb.,
        Mbak Ranti,  meskipun  Lebarannya sudah lewat, jawaban ini tentunya masih berguna, ya.  Dalam resep pembuatan kue-kue kita memang akan menemukan pemakaian salah satu daripadanya atau pemakaian keduanya bersama-sama, karena sifatnya yang saling melengkapi. Dalam penyebutan sehari-hari, orang sering mengacaukan kedua istilah ini  dan menganggapnya sama.
Pada dasarnya, mentega dan margarin  sama-sama terbuat  dari minyak yang diendapkan. Perbedaan yang paling mendasar adalah dari bahan pembentuknya.  Margarin terbuat dari minyak nabati, sedangkan mentega atau butter  terbuat dari lemak susu hewan.
Menurut SNI, margarin didefinisikan sebagai produk makanan berbentuk emulsi padat atau semi padat yang terbuat dari lemak nabati dan air, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diperbolehkan.
Jenis minyak yang umum dipadatkan  dan dibuat menjadi margarin adalah minyak kelapa, minyal sawit, minyak biji kapas, minyak kedelai, minyak wijen, minyak kapuk, minyak jagung dan minyak gandum.  Minyak nabati tersebut kemudian diproses menjadi lemak padat melalui proses hidrogenasi (penjenuhan asam lemak).  Selama proses penjenuhan ini bisa ditambahkan air, garam, aroma, zat pengemulsi, pewarna, bahan pengawet, vitamin, serta beberapa mineral.
Berdasarkan SNI, mentega adalah produk makanan berbentuk padat lunak yang terbuat dari lemak, krim susu atau campuran antara keduanya dengan atau tanpa penambahan garam (NaCl) atau bahan yang diijinkan serta mengandung 80% lemak susu.
Lemak susu yang bisa dibuat menjadi mentega  adalah lemak susu sapi dan lemak susu kambing, namun lemak susu sapi lebih baik dari pada lemak susu kambing.  Dalam pembuatannya, juga ditambah dengan vitamin, zat pewarna, dan pengawet.
Sifat yang membedakan margarine dengan mentega adalah ia bersifat plastis, padat pada suhu ruang, agak keras pada suhu rendah, teksturnya mudah dioleskan, segera mencair dalam mulut, warnanya lebih kuning  dibandingkan mentega, rasanya gurih.  Sedangkan mentega berwarna kuning pucat, teksturnya sangat lembut dalam suhu ruang, aroma susunya kuat, cepat leleh dalam suhu hangat. Roomboter merupakan mentega krim susu , namun di Indonesia orang mengartikannya  untuk mentega dalam kaleng yang wanginya cukup kuat seperti merk Wijsman dan Corman.
Di pasaran , mentega terdapat dalam merk-merk Orchid, Wijsman, Elle, dan lain-lain, sedangkan margarine lebih banyak macamnya seperti Blue Band, Simas, Menara, Mother Choice, dan lain-lain.
Dalam penggunaannya sebagai bahan kue, terutama cake, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.  Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut dan daya emulsinya kurang baik sehingga tekstur kue lemah,sedangkan margarine, meski aromanya tidak seenak mentega, daya emulsinya bagus.  Untuk mendapatkan hasil sempurna , campuran antara keduanya sering digunakan.
Demikian jawaban kami, semoga puas.



Pengasuh  : Ida Agustini S.